Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Saturday, August 17, 2013

An elegant uniform #fiction


Have you ever listen “gitar?”,no,I mean gitar not guitar.
Gue adalah salah satu pengagum “seragam”,tapi BUKAN penggila.Mulai dari bokap gue,kakek,kakak,om,pakde,sepupu,kakak-kakak ipar gue,semua adalah cowok berseragam lengkap dari pengendali tanah,air,udara, sampai pengendali jalan raya,semuanya ada.Mungkin karena gue tumbuh di lingkungan yang demikian gue jadi semacam pengagum kali ya.
Kenapa lo suka banget?Menurut gue
1.     Gagah.
2.     Good attitude.
Itu semua gue liat dari bokap gue sih.Saking deketnya gue sama bokap gue,waktu upacara hari kemerdekaan gue aja ngikut.Lo nggak upacara?enggak lah,kan gue mahasiswa.Disana gue ketemu banyak cowok cewek berseragam.Gue juga sempet ketemu sama temen-temen gue yg jadi perwakilan buat upacara disana.Damn gagah bener temen-temen gue.Satu yang gue juga seneng dari temen gue yang berseragam adalah,tetep care.
Bayangin aja,dalam posisi siap di DP,temen gue manggil-manggil gue bisik-bisik tetangga,karena di belakang ada pengasuhnya.Cuma buat say hello.Dan gue sangat respek sama temen yang care banget sama gue.Sampai-sampai bokap gue nyuruh gue buat nyamperin di DP.Ya kali,bisa-bisa dimakan pengasuhnya gue -_-.
Lautan seragam,buat ngegambarin suasana yang ada di sana.Tapi akhir-akhir ini gue sempet nyayangin banget,ya ibarat fans yang kecewa sama idolanya.
Gue emang pengagum yang berseragam,tapi ENGGAK semua.Gue lebih suka sama “seragam” yang
1.     Good attitude
2.      Smart.Pinter disini nggak harus pinter sebatas ruang lingkup kecil “akademik”.
Dengan otomatis “seragam”itu dengan sendirinya memunculkan point ke 3,yaitu kharismatik.Gue yakin nggak semua “seragam” punya point ke 3.Karena point ke 3 itu nggak bisa diciptakan,tapi bisa dimunculkan dengan sendirinya.
Banyak banget temen-temen gue yang Cuma memanfaatkan seragamnya,hanya untuk kepentingan yang menurut gue itu ngejatuhin nilai daripada seragam mereka sendiri,otomatis si pemakainya juga.Tapi gue bilang mayoritas.Masih ada kaum minoritas.Walaupun minoritas[kebaikan] selalu ditutupi oleh mayoritas[keburukan].
Gue pernah nemuin “seragam” yang bener-bener qualified banget. Ketika itu gue ketemu di sebuah mall,dan taunya itu kakak kelas gue sendiri.Lulusan terbaik sekolah gue,lulusan terbaik di spesialis pengendali tanah[kalo ga salah],karena selalu menjadi yang terbaik,dia dikirim deh ke luar negeri.Gue juga bingung kenapa yang baik-baik selalu jadi aset luar negeri -_-.Segitu ga butuhnya apa negara gue.Untungnya dia balik,dan so pasti menjadi yang terbaik.Smart?so pasti lah!Good attitude?yups.Kenapa gue bisa bilang iya dengan mantapnya?
“seragam” itu, salah satu indikator  untuk menentukan apakah ia baik/buruk dalam hal point 1 good attitude adalah apakah mereka “suka bermain dengan gitar”.Mungkin itu bukan indikator yang pertama,tapi itu indikator yang umum terpampang nyata dan benar keberadaanya.
Lo tau bray,yang gue shock adalah sampai dia lulus,ga pernah sekalipun dia ngurusin masalah cewek.Kata dia sih itu bukan prioritas dan bukan hal yang layak untuk diprioritaskan pada saat itu.Yang ada di benak dia adalah gimana caranya dia bisa mencetak prestasi.Ya kayak yang lo liat sekarang ini,terbaik,terbaik,dan terbaik yang ada Cuma itu,nggak ada yang lain.
Waooww,cool cool and cool,kata-kata yang bisa gue ungkapin buat nanggepin hal itu.Asli gue bisa mastiin cuma 1 dari 10 “seragam” yang kayak gitu.Beda banget sama kebanyakan temen gue -_-.
Dan secara otomatis dia punya point ke 3.Kharismatik.
Saking kharismatiknya ketika dia nanya ke gue
“dalam rangka apa ke sekolah?”
Gue jawab “naik bus kak”
Kambiiiingg,ga nyambung pakek bangeeett.Grogi kali ya gue!malu banget gue!malu-maluin lebih tepatnya.Berat sih suaranya,jadi ga jelaskan nanya apaan.Bukan salah gue dong kalo gue salah jawab,haft.
Dan lo tau,menurut gue,kakak kelas gue itu,ga perlu khawatir yang namanya ga pernah “main gitar” dan emang ga perlu menurut gue.Karena apa? Dengan sendirinya,pilihan-pilihan yang berkualitas itu akan datang dengan sendirinya,dan dia Cuma perlu memilih yang berkualitas dari yang berkualitas,terbaik dari yang terbaik.Dan inget BUKAN mencari-cari pilihan apa adanya yang tersedia.Because “good girl for good boy,bad girl for bad boy” kata temen gue sih.
That’s why I call “An elegant uniform”
Closing : “your attitude is like a price tag,it shows how valuable you are”


0 comments:

Post a Comment